Pelatihan Kepemimpinan : Pelaut Tangguh Tak Lahir Dari Ombak Yang Tenang


pelatihan kepemimpinan

Ada yang berani menjamin bahwa bisnis akan berlangsung dalam situasi normal ? Tentu saja tidak ada. Sejarah di negeri ini membuktikan dalam tiga dekade terakhir selalu ada saja 'gangguan' lokal, regional bahkan global yang memaksa pelaku bisnis tetap siap melangsungkan usahanya bak ala rodeo. Sebut saja contoh gangguan tersebut adalah krisis moneter 1998, krisis keuangan 2003 dan sekarang wabah pandemi covid-19 yang berimplikasi pada dunia bisnis pada umumnya.

Mempertahankan kelangsungan bisnis dalam kondisi seperti itu tentunya tetap membutuhkan personil dan talenta yang tetap tune in dalam kondisi yang tak normal seperti itu.

PT Astra Honda Motor menyadari sekali kebutuhan talenta-talenta seperti ini. Dengan mengusung nilai-nilai drive, courage & integrity, pekerja ditingkat supervisor diberikan pembekalan pelatihan kepemimpinan dalam masa sulit (adverse situation). kepemimpinan ditingkat supervisor ini tentunya memiliki peran sentral dalam usaha perusahaan bertahan dimasa penuh tantangan karena ditingkat inilah kenyataan yang ada di lapangan menjadi lingkup bagian pekerjaannya.

Lagi-lagi, dengan pendekatan experiential learning, pelatihan kepemimpinan ini digelar dengan skenario survival games di ruang terbuka. obyektif pelatihan kepemimpinannya diarahkan untuk mengembangkan kemampuan dasar dalam memimpin kelompok kecil, mengembangkan kemampuan berfikir kritis dalam memecahkan masalah dan mencari solusi serta mengembangkan kemampuan menghadapi tantangan ditempat bekerja

Beberapa teknik jungle & water survival menjadi exercise dalam pelatihan kepemimpinan ini untuk menghadirkan pengalaman nyata untuk kemudian direfleksikan menjadi nilai-nilai pembelajaran sesuai obyektif pelatihan kepemimpinan berdurasi satu hari penuh ini.

pelatihan kepemimpinan

Tirto, salah seorang supervisor departemen marketing merefleksikan pengalaman yang dilaluinya dalam pelatihan kepemimpinan ini dengan sebuah pernyataan, "segera tune in, supaya segera bisa bergerak dengan langkah dan cara yang tepat".

Tirto memperjelas refleksinya bahwa apapun kondisinya, tiap orang harus bisa segera merasa nyaman walau kondisinya tidak nyaman. Dengan beradaptasi segera pada kondisi yang tidak nyaman ini, proses berfikir dan bertindak tidak akan terganggu oleh hal-hal yang memang seharusnya tak perlu sehingga langkah yang diambil hemat guna dan tepat guna.

pelatihan kepemimpinan

Sementara itu, Wahid, Supervisor bagian engineering mendapatkan insight yang berbeda dari pelatihan kepemimpinan ini. "Kemampuan teknikal menjadi modal penting dalam memimpin tim disaat kondisi adversiti melanda", ungkap Wahid.

Menurut Wahid, analisa tentang apa yang harus dilakukan harus memperhatikan data-data teknis yang tersedia. Sebab bila hal ini diabaikan maka pengambilan keputusan ditataran manajemen menengah berpotensi salah dan membuang-buang sumber daya. "kan jadinya bisa terjadi inefisiensi", tegas Wahid.

9 views